BGA Research × Market Intelligence
Vol. 01 · 2026 · Indonesia
Market Analysis Report

Indonesia
Fragrance
Market 2026

Peta persaingan, perilaku konsumen, dan peluang pertumbuhan industri parfum lokal dan global di pasar Indonesia yang terus berkembang pesat.

USD 612M Market Size 2025
8.4% CAGR 2025–2030
270M+ Populasi Target

Market Size & Growth

Indonesia menjadi salah satu pasar parfum dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, didorong oleh kelas menengah yang ekspansif dan meningkatnya kesadaran akan personal grooming.

Market Size 2025 USD 612M

Nilai pasar parfum Indonesia secara keseluruhan, mencakup mass market hingga premium segment.

Projected 2030 USD 913M

Proyeksi pertumbuhan dengan CAGR 8.4% per tahun selama 5 tahun ke depan.

CAGR 2025–2030 8.4%

Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan, melampaui rata-rata Asia Tenggara (6.1%).

Penetrasi Pasar 34%

Estimasi penetrasi parfum reguler di populasi urban Indonesia, masih ada ruang besar.

Pertumbuhan Nilai Pasar (2021–2030E)
dalam USD Juta · *E = Estimasi
900 700 500 300 2021 2022 2023 2024 2025 2030E 502 612 913
Segmen Pasar berdasarkan Harga
Distribusi volume penjualan 2025
52% Mass Market
Mass Market (<Rp 150K) 52%
Mid Range (Rp 150–500K) 28%
Premium (Rp 500K–2M) 14%
Luxury (>Rp 2M) 6%
Kontribusi Revenue by Channel (2025)
Perbandingan kanal distribusi utama
E-Commerce
62%
Modern Trade
21%
Specialty Store
10%
Social Commerce
5%
Lainnya
2%

Consumer Insights & Segmentasi

Konsumen parfum Indonesia didorong oleh tiga kekuatan: identitas sosial, ekspresi diri, dan budaya gifting yang kuat. Pemahaman mendalam tentang persona ini krusial untuk strategi positioning.

💼
Urban Professional
25–35 tahun · SES A-B · Kota Besar
Rp 300–800K / bulan Brand-conscious Quality seeker
📱
Gen Z Explorer
17–24 tahun · SES B-C · Digital native
Rp 50–200K / bulan TikTok-driven Niche seeking
🕌
Muslim Lifestyle
20–45 tahun · SES A-C · Semua kota
Halal certified Oud & Musk lover Gifting culture
👑
Luxury Enthusiast
30–50 tahun · SES A+ · Metropolite
Rp 2M+/buah Status symbol Niche parfum

"Konsumen Indonesia membeli parfum bukan hanya karena aroma — mereka membeli cerita, status, dan identitas. Parfum adalah bahasa senyap yang berbicara sebelum seseorang membuka mulut."

— BGA Consumer Research Insight, 2025

Faktor Keputusan Pembelian
Berdasarkan survei 1.200 responden urban (2025)
Aroma / Scent
78%
Harga
65%
Rekomendasi Teman
58%
Brand Reputation
51%
Konten TikTok/IG
43%
Kemasan
35%
Frekuensi Pembelian per Tahun
Distribusi berdasarkan segmen konsumen
1× setahun
38%
2–3× setahun
32%
4–6× setahun
18%
>6× setahun
12%
Insight kunci: 30% konsumen yang membeli 4× atau lebih per tahun menyumbang ~58% total revenue — segmen loyal buyer adalah prioritas retensi utama.

Competitive Landscape

Pasar parfum Indonesia didominasi oleh brand global namun dengan penetrasi brand lokal yang terus meningkat, khususnya di segmen mid-range dan halal.

Brand Global 67%

Market share gabungan brand internasional (L'Oréal, Unilever, Coty, Hermès, dll.)

Brand Lokal 33%

Market share brand Indonesia, tumbuh 12% YoY dipimpin Mustika Ratu, Si'Ara, Lyla.

New Entrants (2023–25) 40+

Brand parfum lokal baru yang masuk pasar dalam 2 tahun terakhir via D2C dan TikTok Shop.

Market Share Pemain Utama (2025)
Estimasi berdasarkan volume penjualan & distribusi
Unilever (AXE, Dove)
19%
L'Oréal Group
14%
Coty Inc.
11%
Mustika Ratu
9%
Wardah (Paragon)
8%
Brand Niche Lokal
16%
Lainnya
23%
Analisis Kompetitor Utama
Pemetaan posisi & kekuatan strategis
Brand Segmen Kekuatan Utama Distribution Digital Strength
Wardah Perfume
Mid · Halal Brand equity kuat, halal certified, trust tinggi Offline + Online
Si'Ara
Mid–Premium Storytelling kuat, estetika Arab-Indonesia D2C + TikTok
Lyla Fragrance
Mass–Mid Harga kompetitif, varian banyak, distribusi luas Offline + E-comm
Hermès Indonesia
Luxury Prestige unmatched, aspirational positioning Boutique + Dept Store
Brand TikTok Baru
Mass Viral-first, harga agresif, speed to market TikTok Shop